Friday, August 12, 2011

Why people fail to be( rich and) succesful...

Dua minggu terakhir ini perusahaan kami sedang sibuk melaksanakan rekrutmen team member baru. Dan salah satu tugas saya adalah ikut serta dalam berbagai proses wawancara kerja tersebut, termasuk menilai dan menganalisa berbagai perilaku para pelamar.

Secara sederhana saya menghitung dan muncullah statistik ini...
1.2% dari para pelamar tsb HIGHLY-QUALIFIED dan kami senang sekali bertemu mereka...
3.1% pelamar QUALIFIED, dan layak diberi kesempatan untuk tatap muka berikutnya...
16.6% pelamar LUMAYAN -- not bad, but not special either...
79.1% pelamar.... hmmm, (mudah-mudahan tidak ada yang tersinggung) memiliki kualitas (jauh) di bawah rata-rata, dan bahkan kami selaku tim pewawancara seringkali merasa buang-buang waktu saja bertemu mereka.

Yang lebih menarik lagi, setelah diteliti secara lebih menyeluruh... Ada beberapa kesamaan perilaku yang kami temukan di kelompok 70.1% tersebut...
- datang terlambat
- tidak mengenakan pakaian yang representatif selayaknya untuk wawancara kerja profesional
- suka pindah-pindah kerja
- menanyakan beberapa pertanyaan seperti... "sabtu masuk kerja gak?" "ada uang lembur gak?" "berat tidak targetnya?" dan sejenisnya.
- mengaku mudah jenuh, down, putus asa dan selalu membutuhkan bantuan pihak luar untuk memotivasi dan meningkatkan semangatnya.
- hanya bisa perform jika lingkungan kerja mendukung (dan bukan sebaliknya: mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dengan kehadirannya)

Wah, rupanya ada resep manjur untuk terus menjadi pekerja yang biasa2 saja, tidak sukses, dan tidak kaya...

Anda mau mencoba?



No comments:

Post a Comment